Kedaulatan

Pasal – Pasal

Posted on: May 29, 2009

Tentang Presiden Langgar Undang-Undang No. 41 Tahun 2008 APBN.
Wakil Pengusul hak menyatakan pendapat Alvin Lie dari Fraksi PAN mengatakan, Presiden RI telah melakukan pelanggaran terhadap UU No.41 Tahun 2008 Tentang APBN.

“Pemerintah mengakui telah untung dari penjualan premium sebesar Rp 1,24 triliun pada Desember 2008 dan Rp 2,06 triliun pada Januari 2009,”terang Alvin.

“Artinya bahan bakar yang akan disubsidi hanya minyak tanah, solar dan elpiji. Padahal, UU No 16/2008 tidak saja menegaskan preium termasuk BBM tertentu yang disubsidi, namun juga menyediakan subsidi BBM sebesar Rp 126,82 triliun. Itu termasuk subsidi premium Rp 44,74 triliun untuk 16,98 juta kiloliter (kl) pada 2008,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Dia mengungkapkan, Pemerintah telah meraup laba Rp 1,24 triliun untuk penjualan premium hingga 20 Desember 2008, dan Rp 2,06 triliun untuk bulan Januari 2009. Jika ditotal, keuntungan pemerintah dari penjualan premium sebesar Rp 3,3 triliun.

Menurut Alvin, tindakan ini menunjukan bahwa Presiden telah mengelabui rakyat Indonesia dengan penyampaian informasi yang menyesatkan. Harga minyak dunia telah turun sangat drastis dari level tertinggi USD 147/barrel pada akhir Juli 2008 hingga mencapai kisaran USD 40/barrel pada bulan Februari.

“Presiden maupun Pemerintah lamban dalam menurunkan harga BBM tertentu hingga pada akhir 2008 terjadi keadaan luar biasa dimana baru pertama kali puluhan tahun dalam sejarah Republik Indonesia, Negara bukannya memberi subsidi atas premium kepada rakyat justru meraup keuntungan besar”

Tentang Pencabutan Pasal Penghinaan Presiden
May 26, 2008 in Opini
Mahkamah Konstitusi sekali lagi telah menorehkan sejarah baru dalam proses demokratisasi di Indonesia. Dengan putusannya bernomor 013-022/PUU-IV/2006. Berdasarkan putusan tersebut delik penghinaan terhadap kepala negara yaitu pasal 134, 136 bis, dan 137 KUHP telah dinyatakan bertentangan dengan UUD Negara RI Tahun 1945 dan dinyatakan tidak mempunyai kekuatan hukum yang mengikat.

Delik penghinaan terhadap kepala negara ini merupakan delik formal dan biasa yang artinya sepanjang unsur-unsur deliknya terpenuhi maka lengkaplah tindak pidana yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok orang tersebut dan untuk tindak pidana jenis ini, Presiden dan/atau Wakil Presiden tidak perlu membuat pengaduan untuk memproses tindak pidana ini ke hadapan hukum

Delik ini paling sering dipakai oleh aparat kepolisian untuk memproses para aktivis demokrasi yang mengkritik pemerintah melalui beragam media untuk mengekspresikan pendapat atau kritikan para aktivis tersebut. Pasal ini sejatinya dibuat untuk melindungi Pemerintah Kolonial Hindia Belanda dari kritikan atau serangan para pejuang kemerdekaan Indonesia terhadap praktek-praktek buruk kolonialisme Belanda di Indonesia.

Pasal 134
Penghinaan yang dilakukan dengan sengaja terhadap Presiden atau Wakil Presiden diancam dengan pidana paling lama enam tahun atau pidana dengan paling banyak empat ribu lima ratus rupiah

Pasal 136

Dalam pengertian penghinaan tersebut Pasal 134, termasuk juga perbuatan tersebut Pasal 315, jika hal itu dilakukan di luar adanya yang terkena, baik dengan tingkah laku di muka umum, maupun tidak di muka umum dengan perbuatan, lisan atau tulisan, asal di muka lebih dari empat orang, atau di muka orang ketiga yang ada disitu bertentangan dengan kehendaknya dan merasa tersinggung karenanya
Pasal 137
Barang siapa menyiarkan, mempertunjukkan, atau menempelkan dimuka umum tulisan atau lukisan yang berisi penghinaan terhadap Presiden atau Wakil Presiden, dengan maksud supaya isi yang menghina diketahui oleh umum, diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana dengan paling banyak tiga ratus rupiah
Pasal 207
Barang siapa dengan sengaja di muka umum dengan lisan atau tulisan menghina suatu penguasa atau hadan umum yang ada di Indonesia, diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun enam bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.
Kasus Presiden :
-POLISI RESMI HENTIKAN KASUS PRESIDEN PKS
Jakarta-Kasus dugaan kampanye terselubung yang melibatkan Tifatul Sembiring akhirnya selesai. Penyidikannya dihentikan karena menurut polisi tak cukup bukti. Ini dipastikan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Zulkarnain yang mengatakan kasus Tifatul sudah dihentikan. Dia melanjutkan, surat pemberitahuan penghentian perkara itu juga telah diterima Tifatul pada hari ini melalui kuasa hukumnya yang datang ke Polda Metro Jaya. Kasus PKS bermula saat PKS melakukan aksi menentang agresi Israel ke Palestina pada 2 januari. Saat itulah PKS membawa atribut partai serta bendera dan nomor urut partai pemilu,yang mengakibatkan Panwaslu melaporkan PKS ke polisi.

Jika aku menjadi presiden:
ZAHRA: Akan berusaha memanfaatkan dengan sebaik-baiknya kesempatan yg telah dipercayakan oleh seluruh rakyat indonesia untuk memegang jabatan ini. Dan tentunya membuktikan peran dalam menjalankan tugas sebagai presiden. Serta bekerja sama dengan semua pihak untuk lebih menegakkan hukum dan mensejahterakan indonesia, baik dalam pendidikan,kesehatan,ekonomi,industri,seni budaya,dan tentunya keagamaan.
Talita: Aku Akan Berusaha Adil. Aku akan membuat sekolah gratis supaya semua anak miskin bisa merasakan hidup berpendidikan dan dapat meraih prestasi, dan juga berterima kasih kepada ALLAH SWT. ku akan memerintahkan kepada seseorang untuk membuat kendaraan yang tidak menggunakan bahan bakar. Tujuannya adalah supaya kita hemat BBM, dan tidak ada polusi udara yang dapat menyebabkan Global Warming atau pemanasan global. Mensejahterakan rakyat, merubah negara menjadi negara yang lebih baik, melawan korupsi, dan membantu rakyat kecil.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: